Kamis, 20 Desember 2012

Penggunaan keris

Pada hakekat penggunaan keris di bedakan jadi 3 yaitu:

1.Keris sikep berarti untuk pegangan dan harapan dari yang punya
2. Keris ageman, keris yang dipakai untuk pisowanan ataau di pakai acara       resmi
3. Keris untuk perang.

Namun kadang ketiga fungsi menyatu dalam satu keris.Semoga keris mendunia dan menunjukan pada mata dunia betapa tinggi nilai filosofi dan religi dari keris ...................( wong jowo kudu iso lan ngerti jowo)
keris menunjukan bahwa bukan sekedar senjata namun keris  adalah sebuah bilah senjata yang menyatu keris seni daya magis dan kekuasaan

Keris Pusaka

Keris adalah hasil karya manusia  yang sangat indah dan bermanfaat, keris perpaduan karya & upaya lahir manusia dari menyiapkan bahan baku( besi, kayu, tenaga dll) sampai sebuah upaya batiniah & lelaku, doa dan permohonan sang mpu dan pemegang pada YANG MAHA KUASA. pada akhirnya menurut para sutrisno Keris daya magis keris sangat berpengaruh bagi pemegangnya.

Doa yang khusuk tersalurkan pada benda tersebut menjadikan benda sangat memberikan pengaruh pada kejiwaan seseorang, ada kalanya  orang jadi welas asih, tegas dan "kereng".Namun di balik itu semua keindahan keris tiada terukur baik daya ukir halus(pamor) maupun ketelitian dalam membuatnya.

Hasil budaya bangsa yang demikian tinggi kadang harus terhancurkan cara pemahaman yang sepihak, maka ada baiknya keris kita pandang sebagai warisan budaya yang wajib kita uri-uri keberadaanya jangan sampai budaya adi luhung di akui negara lain padahal keris adalah warisan dunia subkhanalloh.

ALLOH benar benar maha pemberi nikmat maka nikmat yang berupa indah termasuk indahnya kebudayaan yang tergabung dalam puji kepadaNYA.........
bahkan ada keris yang manifestasinya untuk para pembimbing umat .Keris berkesan jauh lebih "familiar" di banding pedang dll sesama senjata tajam dan keris sangat berkesan  menukik ke jiwa atau rokhani.

Bertahan jiwa akan kekentalan nuasa rukhani dalam keris kita bisa lihat dalam hal ini wali songo kemana-mana membawa (nyengkelit) keris dan ini bukan saja sebagai senjata keamana dirinya namun juga pengaruh keris bagi sesama manusia itulah keris, tercipta sesuai dengan kondisi keadaan pembuat (mpu) juga sebuah harapan akan masa depan bagi pemilik / pemegangnya,melihat status sosialnya, ke indahan bentuk wadag keris.

Semoga keris akan tetap di hargai oleh bangsa sendiri dan generasi penerus.

Kanjeng Ky sangkelat

Sebuah kisah yang sangat fenomenal dalam sejarah negeri ini baik yang bersifat kekuasaan maupun peralihan segala pusat pemerintahan jawa pada jaman Majapahit.

Ky sangkelat dibuat oleh empu SUPO yang merupakan adik ipar dari Kanjeng sunan Kali Jogo( Anggota da'i wali songo), pada waktu Kanjeng Sunan Kalijogo memberikan bijih besi untuk di babar jadi pusaka maka dibabarlah pusaka menjadi 3 buah yaitu : 1.Ky condong campur 2. ky nogososro 3. Ky sabuk inten namun dari ketiganya Kanjeng Kalijogo tak satupun  menyukai karena bersifat dapur hindu budha.

Kanjeng Sunan berpendapat bahwa pusaka yang dibuat Empu Supo terlalu mewah untuk ukuran santri seperti beliau. Maka dari sisa biji besi yang ada  maka di babar menjadi 2 pusaka lagi yaitu 1. Kanjeng Ky Sangkelat 3. Ky Carubuk.

Maka Sunan Kalijogo tersebut mengambil ky Carubuk, sedang Ky Sangkelat dititipkan pada adik iparnya dengan berpesan"kelak anak keturunanmu jadi Raja Besar ditanah Jawa ini dengan pusaka ini".

Selanjutnya dikisahkan di kerajaan Majapahit terjadi pagebluk (bencana penyakit) besar bahkan rakyat banyak yang mengalami kematian. Pagi sakit, sore meninggal. Malam sakit, paginya meninggal.

Dari  penglihatan batin ternyata pagebluk disebabkan Ky Condong Campur, setelah itu 2 buah keris Ky nogososro dan Ky sabuk inten bertarung sampai ujungnya melengkung dan keluarlah Naga Bumi yang sangat besar sederhana namun sangat berwibawa datang mengalahkan anak lintang (ky Condong Campur) sampai keris tersebut masuk kesarungnya dan kembali pada almari pusaka kerajaan Majapahit.

Maka di ketahuilah bahwa naga bumi tersebut adalah Kanjeng Ky Sangkelat. Selanjut Ky Sangkelat menjadi pusaka JOKO TINGKIR, yang masa itu bagai anak ajaib yang tak pernah terukur kemampuannya,  anak yang selalu berbantal lengan dan berselimut angin. Kelak menjadi sultan Pajang  bergelar SULTAN HADI WIJOYO dengan pusaka Ky Sangkelat  sebagai pusaka keraton. (Sumber: kisah nogo sosro sabuk inten, SH Mintarja).

Disini kami memuat foto koleksi kami, Kanjeng ky Sangkelat yang asli dengan ketangguhan dan kewibawaannya, keindahan lekuk pamornya, dengan tangkai gading berukir Raksasa Tiwikrama (raksasa bertapa) sungguh karya fenomenal dari Empu Supo yang sempurna. Apabila ada yang berkenan untuk membuktikan atau sekedar mirsani, silakan berkunjung ke alamat offline kami. Semoga memuaskan para pecinta tosan aji

KERIS

assalamu a'alaikum.....Keris,adalah nama yang tak asing bagi telinga orang melayu pada umumnya dan jawa pada khusunya.
keris adalah sebuah singkatan 
KER berasal dari kata disengker yang berarti pemilik RIS berarsal dari kata aris yang berarti bijaksana
dalam idiom jawa tersebut mempunyai arti secara maknawiah adalah seseorang yang menyimpan keris /memiliki keris menjadi bijak sana. dalam khasanah jawa/melayu dan Islam bijak sana adalah tingkatan yg tinggi dalam sebuah sifat dan sikap,biasanya hanya di miliki oleh orang yang sudah mengendap jiwa dan emosinya dan dengan kebijaksanaan maka aturan dapat di jalankan tanpa menyakiti siapapun........(sikap Minandito bhs jawa)
bahkan ALLOH dalam al Qur"an sering memfirmankan "SABAKHO LILLAQHI MA FIS SAMAWATI WAL ARDLI WAHUWA AZIZUL KHAQIM" semua bertasbih pada alloh yang maha perkasa lagi maha bijaksana......

Para kadang sutrina pusaka.....
banyak keris(bc Pusaka) yang mencerminkan sikap ngaluhur/keluhuran budi seseorang, suatu misal  pandowo lima mencerinkan kita bersikap ksatria tapi jujur dan mencerminkan rukun islam,ky sangkelat, mencerminkan kesederhanaan bagi seseorang namun sangat tidak takut menghadapi permasalahan.
maka adalah suatu yang sangat bertentangan apabila seorang pemilik pusaka(keris) menjadi sombong karenanya
berdasarkan hal diatas sungguh sikap yang bijaksana pula apabila kita sebagai bangsa pewaris budaya menjaga aset bangsa ini bukan malah menjadikan komoditas penghujatan tentang sebuah kemusrikan, malah alangkah indahnya kita menjelaskan bahwa tentang keris hanyalah sebagai budaya bangsa ,sabagaimana kopyah,batik dll
harapan saya smoga dengan ini ada penghargaan pada para empu 7yang menghasilkan sebuah karya adiluhung.....nuwun
wasssalamu alaikum.....

Sabtu, 08 Desember 2012

cara buat kopi ijo

Saat-saat musim hujan, udara yang dingin secangkir wedang kopi bisa menjadi minuman penghangat. Apalagi bagi mereka yang kondisi badannya kurang sehat karena serangan flu, secangkir wedang kopi ditambah sedikit jahe bisa mengurangi tubuh yang sedang menggigil kedinginan. Namun bagi para penggemar atau maniak Wedang Kopi Cethe, dalam cuaca dan musim apapun tidak menjadi masalah, karena wedang kopi bagi mereka merupakan minuman sehari-hari setelah sarapan pagi, makan siang, atau makan malam yang selalu dihubungkan dengan rokok. Wedang Kopi Cethe bisa didapatkan atau dibeli di Warung-warung atau Warung Kopi Cethe, dan bisa dibuat sendiri di rumah. Hal ini memang khusus bagi penggemar wedang kopi, memang ada kalanya yang tidak suka wedang kopi, karena takut kalau air kencingnya berwarna hitam.



Cara membuat Wedang Kopi Cethe :
  1. Persapkan dulu bahan-bahan dan alat-alatnya antara lain : Bahan-bahan : kopi bubuk ( jenis kopi sesuai selera ), gula pasir, air. Alat-alat : kompor, panci / teko, cangkir / gelas, lepek, sendok teh.
  2. Tuangkan air secukupnya kedalam teko, kemudian rebus diatas kompor sampai mendidih panas.
  3. Ambil dua atau tiga sendok teh kopi bubuk dan masukkan kedalam cangkir kemudian tambahkan gula pasir secukupnya sesuai selera ( dominan pahit atau manis ). Ada juga yang seleranya seneng dominan manis, karena takut kena penyakit kencing pahit.
  4. Angkat air panas tadi dan tuangkan ke dalam cangkir.
  5. Aduk air panas yang sudah tercampur dengan kopi bubuk dan gula tadi sampai tercampur semuanya hingga menjadi wedang kopi.
  6. Tuangkan wedang kopi dari cangkir tadi di atas lepek secukupnya dan rendam beberapa menit sampai ampasnya mengendap.
  7. Tuangkan air kopi diatas lepek tadi ke dalam cangkir atau bisa juga langsung diminum sedikit-sedikit hingga di atas lepek hanya terdapat endapan ampas kopi saja.
  8. Tambahkan sedikit air wedang kopi dan susu kental ke endapan ampas kopi tadi, kemudian aduk hingga rata dan siap untuk Nyete

Pantai popoh tulungagung - Vita Kdi 5


SATU ABAD PON-PES LIRBOYO

Seratus TAhun Pon Pes Lirboyo