Jumat, 09 November 2012

babad kalangbret lan beiji




BABAD KALANGBRET DAN BEJI

Asal Usul Nama KALANGBRET
(Babad Kalangbret)
Pada mulanya di Tulungagung ada seorang Adipati yang terkenal yaitu Adipati Betak Bedalem. Adipati Betak ini mempunyai 2 putri yang sangat cantik, yang pertama bernama  Roro Inggit dan yang kedua bernama Roro Kembangsore.
Putri Adipati Betak yang kedua ini banyak disenangi Adipati-Adipati Muda, bahkan kecantikannya sangat terkenal di Kota-Kota lain smapai di Kerajaan Mojopahit. Kerajaan Mojopahit yang Putranya bernama Pangeran Lembu Peteng, sebagai Pangeran yang sangat bagus parasnya juga mempunyai Keris yang sangat ampuh kegunaannya (Digdoyo). Pangeran Lembu Peteng ini juga berada di lingkungan Kadipatenan Bedalem, selain Pangeran Lembu Peteng juga ada Kasan Besari dan Adipati Kalang, yang sama-sama ada di lingkungan Kadipaten.
            Pangeran Lembu Peteng dan Adipati Kalang sama-sama jatuh cinta kepada Putri Adipati Betak yang bernama Roro Kembang Sore. Roro Kembangsore sangat cocok dan cinta kapada Pangeran Lembu Peteng, dan akhirnya kedua pasangan ii dinikahkan oleh Adipati Betak Bedalem (ayahnya Roro Kembang Sore). Mendengar berita itu, Adipati Kalang sangat marah dan murka, akhirnya Adipati Kalang mempunyai rencana membunuh Pangeran Lembu Peteng.
Pada waktu Pangeran Lembu Peteng dan Roro Kembang Sore Sungkem pada Adipati Betak, tiba-tiba Adipati Kalang mengeluarkan kerisnya dan langsung di tancapkan pada Pangeran Lembu Peteng dari arah belakang, dan matilah Pangeran Lembu Peteng. Adipati Kalang mengamuk setelah membunuh Pangeran Lembu Peteng. Adipati juga membunuh kedua orang tuanya Roro Kembang Sore, yaitu Adipati Betak Bedalem dan Istrinya. Roro Ringgit juga Roro Kembang Sore melarikan diri mencari keselamatannya masing-masing. Roro Kembang Sore akhirnya ada di pertapaan Gunung Cilik, Semedi. Kesaktian Keris dari Suaminya sangat terkenal bahkan sampai terdengar oleh Adipati Kalang berniat untuk memilikinya. Adipati Kalang ingin tahu Pusaka ampuh itu, makanya dia pergi ke Gunung Cilik dengan jalan Jongkok dan tunduk. Sampai ke Gunung Cilik, semua persyaratan dari Roro Kembang Sore. Akhirnya sampailah Adipati Kalang di Gunung Cilik, dan wanita yang tidak kenal itu menyuruh supaya Adipati Kalang menengadah dan dan melihat siapa yang ada di depannya, betapa kagetnya Adipati Kalang, ternyata orang yang menyuruh di Gunung Cilik itu ialah Roro Kembang Sore.
            Utusan dari Mojopahit waktu itu juga ada di Gunung Cilik, Patih Gajah Mada beserta Prajuritnya. Patih Gajah Mada tahu kalau pembunuh Putra Kerajaan Mojopahit Pangeran Lembu Peteng adalah Adipati Kalang pembunuhnya. Adipati Kalang lari terbirit-birit karena terus dikejar oleh Patih Gajah Mada  dan Adipati Kalang badannya “di suwir-suwir” oleh Patih Gajah Mada, akhirnya tempatnya dinamakan Cuwiri dan Adipati Kalang lari kepergok oleh Patih Gajah Mada. Lalu tempat itu dinamakan “Bantelan” dan Adipati Kalang lari lalu si sembret-sembret terus tempat nya dinamakan “Kalangbret“, akhirnya Adipati Kalang jatuh dan masuk ke Kedung. Akhirnya “Ngesong” ke dalam dan dinamakan Kali Song. Akhirnya Adipati Kalang mati di dalam sugnai tersebut. Dan mayatnya tersangkut di pohon aren. Oleh Patih gajah Mada dinamakan “Batangsaren”.
            Inilah cerita dari Wilayah Kalangbret Tulungagung yang kejadiannya di sekitar Wilayah Kalangbret sini. Nama-nama di bawah ini semua pemberian nama dari Patih Gajah Mada.
 Adipati Kalang di suwir-suwir                                  ® Cuwiri
Adipati Kalang kebentel                                             ® Bantelan
Adipati Kalang jatuh diam (Tiba Meneng)     ® Boneng
Adipati Kalang di sembret-sembret    ® Kalangbret
Adipati Kalang masuk kedung ngesong         ® Kali Song
Adipati Kalang mati tersangkut di pohon aren           ® Batangsaren
 Lalu nama itu di abadikan menjadi nama-nama Desa dan Dusun oleh masyarakat sekitar. Dan mereka menjadikan atau membuat cerita tersebut ke dalam ketoprak dan diselenggarakan pada hari-hari tertentu. Dan mereka sangat senang gembira karena diwarisi kebudayaan yang sangat berharga.
Asal Usul Nama Sendang Beji
 (babad Beji)
            Pada zaman dahulu kala lahirlah seorang pangeran. Pangeran itu bernama Pangeran Bedalem. Dia diangkat menjadi Adipati Betak menggantikan ayahnya yang telah wafat. Selama pemerintahannya daerah itu selalu aman dan tidak ada peperangan. Dalam waktu yang lama itu dia menjadi adipati, ia ditegur oleh ibunya. Ibunya menyuruh anaknya Pangeran Bedalem agar segera mencari seorang gadis untuk dijadikan istri. Pangeran Bedalem berfikir bahwa dia sadar kalau belum punya instri. Lalu dia segera mencari-cari seorang gadis yang pantas untuk diperistri. Ternyata setelah mencari-cari sampai beberapa bulan ternyata pilihannya jatuh pada Rara Ringgit, adik dari seorang selir ayahnya yang bernamaRetno Mursada. Dia sangat cantik dan baik. Pangeran Bedalem segera menemui Retno Mursada. Kepada Retno Mursada dia mengutarakan keinginannya untuk memperistri Rara Ringgit. Pada waktu itu Pangeran Bedalem memohon kepada Ibu Retno Mursada agar menyampaikan keinginannya kepada Rara Ringgit secepatnya. Ketika Pangeran Bedalem meninggalkan Retno Mursada tiba-tiba Rara Ringgit datang, segera Mursada menyampaikan keinginan Pangeran Bedalem kepada Rara Ringgit, ternyata dia terhenyak tak percaya karena dia menganggap Pangeran Bedalem sebagai saudaranya sendiri dan dihatinya tak ada rasa cinta kepada Pangeran Bedalem. Ternyata RaraRinggit menolak untuk dinikahi. Karena penolakan itu, Pangeran Bedalem marah dan mengancam akan memaksanya untuk dijadikan istri. Etelah Rara Ringit mengetahui itu, dia merencanakan untuk melarikan diri dari Kadipaten Betak.
            Pada suatu malam yang sunyi, Rara Ringgit sudah bersiap-siap untuk lari dari Kadipaten Betak. Semula Rara Ringit yakin, tak akan ada yang mengetahui kepergiannya. Ternyata seorang prajurit yang sedang ronda memergokinya dan dia segera lari secepatnya. Setelah itu prajurit melaporkannya pada Pangeran Bedalem, setelah tahu itu dia segera mempersipakan prajuritnya untuk mengejar Rara Ringgit.
            Pada waktu itu Pangeran Bedalem berpesan kepada prajuritnya agar tidak melukai Rara Ringit dan menangkapnya hidup-hidup. Rororinggit mengetahui bahwa dia sedang dikejar oleh Pangeran Bedalem dan prajurit-prajuritnya. Rara Ringit segera berlari pontang-panting dan kadang harus bersembunyi untuk menghilangkan jejak sampai pagi pun dia selamat dan belum tertanglap oleh Pangeran Bedalem. Ketika ituRara Ringit terus berlari menghindari pengejaran sampai kelelahan dan merasa sangat kehausan. Tidak jauh dari perjalanan itu dia menemukan sebuah sendang (telaga kecil) yang jernih airnya. Di daerah itu banyak orang yang sedang menunggu giliran untuk mengambil air dan Rara Ringgit pun menungu gilirannya. Namun rasa haus tidak dapat ditahan dan akhirnya dia meminta izin kepada orang-orang disana. Untung saja mereka mengizinkan dan dia merasa lega. Dengan mata berbinar-binar dia tergesa-gesa menuju di tepi sendang. Karena kurang hati-hati akhirnya kaki Rara Ringgit terpeleset batu yang licin dan terjengkang ke belakang dan kepalanya terbentur batu yang keras. Orang-orang disana segera menolong, namun tidak disadari sudah terlambat. Rara Ringgit sudah meninggal dunia. Pangeran Bedalem dan Prajuritnya tiba ditempatitu dan melihat banyak orang yang bergerombol di tetpi sendang. Lalu dihampirinya orang-orang itu. Ternyata air mata Pangeran Bedalem mulai bercucuran melihat rara Ringgit sudah terbujur kaku digotong oleh orang-orang itu Dia menyesali kepergian Rara Ringgit karena kesalahan yang dibuatnya untuk mengancam Rara Ringgit. Lalu Pangeran Bedalem menyuruh prajuritnya untuk membantu orang-orang mengubur jenazah rara Ringgit. Semenjak ditinggalkan Rara Ringgit dia selalu menangis dan menyesal terus-menerus. Akhirnya dengan hati yang lapang Pangeran Bedalem menerima kepergian rara Ringit dan kemudian Pangeran Bedalem pergi dan meninggalkan Kadipaten Betak. Semenjak itu Kadipaten Betak menjadi tidak aman dan selalu ada peperangan karena tidak ada adipati  yang menjadi Raja di Kadipaten Betak. Dan akhirnya daerah itu selalu menjadi sepi dan sunyi dan ibu dari Pangeran Bedalem telah meninggal dunia.
            Pangeran Bedalem kemudian menjadikan dirinya sebagai seorang pertapa di sebuah pegunungan kecil. Setelah bertapa sampai beberap tahun akhirnya meninggal. Ketikameninggal, dia dimakamkan di tempat itu. Pegunungan itu sekarang berada di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Dan pegunungan itu sekarang masih ada. Sendang tempat meninggalnya Rara Ringit oleh orang-orang sekarang diberi nama Sendang Beji. Nama itu sesuai degan pangakuan Rara Ringgit pada zaman dahulu, Hingga sekarang Sendang itu tetap diberi nama Sendang Beji. Sendang Beji berada di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar