Jumat, 09 November 2012

Sejarah Tulungagung: Jejak Jalur Kereta Api yang hilang (Artikel III)

Sekarang tibalah saatnya saya menulis Jejak Jalur Kereta Api Artikel III setelah sebelumnya menulis tentang Artikel I dan Artikel II dari Jejak Jalur Kereta Api. Dimulai dari pembahasan beberapa hal yang kita ketahui pada saat sekarang ini tentang jejak jalur kereta yang masih menampakkan sisa-sisanya walau mungkin kini sudah terlupakan. Berangkat dari rasa senang karena telah mendapatkan jawaban dari Pegawai PT KAI tentang kapan jalur kereta api di Indonesia mulai beroperasi secara masal?  Nah.. jawabanya adalah pada tahun 1892 hal ini berarti sudah 2 seperlima abad kereta api eksis di Indonesia. Memang.. kita mengetahui beberapa perubahan yang terjadi.. tetapi perubahan itu merupakan usaha untuk memaksimalkan kinerja PT KAI dan operasional Jasa Transportasi Kereta Api.
Jalur-jalur yang ada merupakan sebuah bukti bahwa dulu memang PT KAI mengupayakan beberapa kemungkinan yang akan ditemui ketika melakukan ekspansi jalur di beberapa wilayah di Indonesia. Beberapa Jalur tersebut bisa kita temui di beberapa wilayah di Tulungagung. Untuk mengembalikan ingatan anda tentang Jejak Jalur Kereta I sampai VI saya akan menyajikan beberapa kilasan gambar yang bisa anda nikmati untuk mengembalikan ingatan anda setelah membaca artikel I dan II.
Jejak Jalur Kereta Api yang hilang I
Sisa Rel Kereta berjarak 7 m dari Jalur utama dan berjarak 1 meter dari Jalur Utama Rel Kereta Api dari Surabaya ke arah Malang lewat Tulungagung
Jejak Jalur kereta pada foto di atas  terletak 7 m arah barat persimpangan kereta utara Stasiun Tulungagung. Selain sisa rel diatas...pada persimpangan kereta api sebelah utara stasiun tulungagung yang merupakan jalur utama kereta api dari surabaya ke arah malang lewat tulungagung.. juga terdapat beberapa bongkahan rel yang terkubur aspal. Itu bisa anda temukan di kira-kira jarak 1 meter dari jalur utama kereta api Surabaya ke arah malang lewat Tulungagung. Bongkahan rel kereta api yang berjarak satu meter dari jalur utama tersebut benar-benar mengarah ke Pasar Sore. Hal ini semakin menunjukkan kepada kita bahwa Pasar Sore Tulungagagung merupakan daerah perluasan dari Stasiun Tulungagung. Gambar dari bongkahan rel dekat jalur utama yang mengarah ke pasar sore belum saya tampilkan disini, karena belum ada kesempatan untuk mengambil gambarnya.
Jejak Jalur Kereta Api yang hilang II
Sisa bongkahan rel kereta api ini apabila kita perhatikan dan mengambil perkiraan dimana arah jalur dari rel ini maka akan kita dapat kan bahwa jalur kereta ini mengarah ke arah Persimpangan kereta api utara Stasiun. Nah.. sisa rel kereta api yang berjarak satu meter dari jalur utama di persimpangan yang saat ini masih digunakan kemungkinan adalah perpanjangan dari rel ini.
Anda bisa melihat dimana lokasi dari persimpangan kereta api yang sampai sekarang masih digunakan yang mana di sebelah utara berjarak 1 meter dari jalur ini ada beberapa bongkahan rel yang terkubur aspal.
Jejak Tangki Penyiram Air di Stasiun
Tangki penyiram air yang merupakan salah satu situs yang dapat kita ketahui di Tulungagung sebagai bukti bahwa disini dulu adalah Bagian perluasan Stasiun Tulungagung. Tangki Penyiram air ini, mirip sekali dengan tangki penyiram air yang ada di stasiun Kertosono.
Jejak Jalur Kereta yang hilang III
Pada Jejak Jalur Kereta Api III ini saya akan menyajikan kepada anda gambar dari jembatan merah yang merupakan bekas jalur kereta yang kini terpendam. Lokasinya adalah di sebelah utara pasar pring (bambu) tulungagung. Ingin tahu lokasinya dimana?? klik disini...
Dolumentasi Pribadi: Jembatan Merah (BAGO) Agustus 2012
Dolumentasi Pribadi: Jembatan Merah (BAGO) Agustus 2012, dari bawah akan nampak tumpukan rel yang merupakan penguat cor jembatan yang dilakukan warga sekitar untuk memperkuat Jembatan ini.

Menurut keterangan warga.. kalau anda ingin melihat sisa tumpukan rel dijembatan ini, anda bisa melihatnya dari bawah jembatan. Bahkan sisa rel juga digunakan untuk hal lain oleh warga. Seperti Jembatan yang ada di sungai...lainya.... Seperti yang saya tampilkan pada gambar di bawah ini, yang jembatan kecil yang besinya dari sisa-sisa Jejak Jalur kereta api yang hilang.

Jembatan yang besinya dari Jejak Jalur Kereta yang hilang walau bukan relnya.


Dolumentasi Pribadi: Jalan Pasar Pring (Bambu) di Bago yang dibalik tumpukan aspalnya ada bekas rel kereta api.

Karena di daerah sini benar-benar dulunya adalah jejak jalur kereta yang lama dan telah hilang.. maka kru ibnuhaya juga mendapatkan kabar dari warga sekitar.. bahwa tanah yang ada sekarang ini yang diaspal untuk jalan raya di pasar pring tulungagung adalah masih milik PT KAI. Nah.. jika ada penarikan kembali dari PT KAI atas lahanya yang masih dimiliki bekas jalur Tulungagung-Tugu (Trenggalek) maka banyak orang yang kehilangan teras rumah atau halaman depan rumahnya... karena masih hak milik PT KAI. Anda bisa melihat bagaimana jejak jalur kereta api yang hilang kini tertumpuk aspal di Pasar Bambu Bago.. dan rumah-rumah yang ada disepanjang jalan.. pada tanahnya ada bagian milik PT KAI.

Jejak Jalur Kereta api yang hilang IV
Rel kereta yang nampak usang dan mungkin tak terperhatikan oleh siapa pun berhasil diambil gambarnya oleh kru ibnuhaya. Nah.. bagaimana kondisinya sekarang.... lihat gambar dibawah ini. Klick Disini untuk tahu lokasinya di peta. Saat anda berjalan ke Nirwana Plasa Tulungagung.. mungkin anda tidak memperhatikan sisa rel kereta ini.. karena kondisinya yang terslempit diantara trotoar (pedistrian) dan yang menjorok ke aspal juga sudah tertutup aspal. Rel ini, kalau ditarik lurus.. maka akan membentuk jalur mulai dari jejak  Jejak Jalur Kereta Api  III kemudian berlanjut ke Jejak Jalur Kereta Api V


Jejak Jalur Kereta yang hilang V
Seperti yang sudah saya jelaskan.. Jejak Jalur Kereta ini merupakan perpanjangan dari Jejak Jalur Kereta Api III sampai Jejak Jalur Kereta Api IV. Anda bisa temukan lokasinya dibelakang Nirwana Plasa Tulungagung, atau di Belakang Hotel Crown Victoria. Rel Kereta Api yang anda temukan tidak hanya sepasang, melainkan dua pasang... hal ini apakah artinya.. artinya dulu disini trafic kereta api lumayan padat... sampai2 membutuhkan dua pasang rel di tempat ini. Tidaklah mengherankan.. mungkin bagi anda yang sebelumnya telah tahu bahwa daerah Nirwana Plasa merupakan Pabrik minyak yang dalam operasionalnya menggunakan kereta api pada tahun 1960an. Nah untuk memudahkan distribusi ke daerah lain dan untuk mempermudah alur keluar masuk kereta maka.. ada beberapa pasang rel yang digunakan..begitulah kira-kira jawabanya dari Jejak Jalur Kereta yang hilang V ini. Tetapi juga ada kemungkinan lain bahwa dulu disini ada stasiun kecil.. , karena setiap stasiun pasti minimal dua pasang rel kereta api.

Kalau ingin tahu dimana lokasinya.. klick disini


Lokasi Nirwana Plasa Nampak Hotel Crown Victoria



Berikutnya ibnuhaya mendapatkan kabar tentang adanya Jejak Jalur Kereta api yang hilang yang berada di Desa Boyolangu.. tetapi ternyata hal itu hanyalah bohong.. berikut ini foto yang merupakan kabar bohong terhadap adanya jejak Jalur kereta di Desa Boyolangu... Ini adalah kabar bohong, karena itu bukanlah bekas rel kereta.. melainkan rel tempat pijakan untuk mesin peralatan DAM yang dulu ada di dalam ruangan kotak tersebut..

Mengapa itu merupakan berita bohong?? menurut kami...Karena ukuran jarak antar besi tidak sepadan dengan jarak antar besi rel kereta yang kru ibnuhaya temukan di lokasi lainya..yang telah saya tampilkan di atas.

Kalau anda masih ingin membuktikan kabar dari kami,,, maka anda bisa mengecek sendiri lokasinya..
Klick Disini




Sebagai penutup dari artikel ini,,, kepada anda yang membaca artikel ini,,,,Bagaimana masa lalu itu berlangsung.. dan engkau telah mengetahui bahwa tidaklah kekal apa yang ada di dunia ini.. semua akan musnah.. semua akan berganti dengan masa yang lain.. yang akan melewatkan masa-masa yang diiringi canda dan tawa, sedih dan sengang, bahagia dan pilu....dari orang-orang yang telah melewati masa-masa itu. Engkau juga mungkin akan mendapati orang yang paham terhadap kondisi zaman dahulu sekarang sudah tiada.. Nah.. pelajaran dari hal ini adalah.. tidakkah kita sadar..bahwa kita pun juga akan usang.. dan kematian pun akan menghampiri kita??? tidakkah kita sadar.. bahwa kita hanya sebentar hidup di dunia ini??? Mungkin engkau yang masih merasa muda tertawa terhadap pertanyaan saya ini...Tetapi ingatlah.. rel-rel kereta api itu pun juga pernah muda.. tetapi kini.. telah usang..dan telah menjadi sejarah dalam hidup..kita  di dunia sekarang ini, lusa, bulan, tahun, atau bahkan puluhan tahun yang akan datang... dan lahirlah sejarah yang akan dilihat oleh anak-cucu kita.. setelah ratusan tahun yang akan datang...

Semoga hal ini menjadi obat kerasnya hati kita dikala kita sengan terluap-luap.. semoga ini merupakans suatu pelajaran... bahwa sebaik apapun perawakan anda.. anda pun akan melewati masa-masa dan akhirnya tibalah masa tua.. dan kenangan yang hanya ada di benak anda...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar