Kamis, 08 November 2012

Info Tulungagung: Kesyirikan di Jalan Tulungagung

lokasi: barat jembatan Kedungsuko

Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Alloh tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. (Qs. Al A'raaf: 197)

Setiap memasuki daerah kota Tulungagung anda tentu akan melihat patung yang nampak seperti gambar di atas (kembar dan berada di pinggir jalan). Berhala ini merupakan hal yang memilukan di hati kita sebagai seorang muslim... Islam datang dengan menafikan semua berhala yang ada di dunia ini.. Hal yang dapat menjebak seseorang kepada kesyirikan. Sungguh ini merupakan hal yang menyedihkan yang terdapat di Tulungagung.

Apakah mereka mempersekutukan (Alloh dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau pun kamu berdiam diri. Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Alloh itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Alloh, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan) ku, tanpa memberi tangguh (kepada ku). (Qs. Al A'raaf: 191-195)

Penyembahan dan Peribadatan

Sebelum masuk ke pembahasan berikutnya..saya akan menjelaskan kepada anda tentang beda antara menyembah dan beribadah. Tujuan hidup manusia itu beribadah kepada Alloh Swt. bukan menyembah Alloh Swt. melainkan Beribadah kepada Alloh Swt. Kalau beribadah diartikan dengan menyembah.. tentu kita akan capek jika selama 24 jam menyembah Alloh Swt. Tetapi Menyembah itu beda dengan beribadah... Beribadah itu pada hakikatnya adalah anda mencari ridho Alloh Swt dengan cara yang sudah diajarkan oleh Rosululloh Saw. Di dalam terjemahan Al Qur'an banyak kita temui suatu kata yang menunjukkan arti beribadah tetapi diganti dengan menyembah. Menyembah merupakan cara yang dilakukan agama yang bathil... selain Islam.. untuk menamai kegiatan yang mereka sebut dengan beribadah.. Tetapi.. Dinul Islam.. tidak menggukan kata menyembah.. melainkan dengan kata beribadah.. yang maknanya lebih kompleks dari hanya sekedar menyembah.

Nah... dengan demikian engkau bisa masuk dalam perbuatan syirik jika engkau beribadah kepada selain Alloh Swt. di dalam hal ini mempunyai makna anda mencari keridhoan selain Alloh Swt.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaku. (Qs. Adz Dzariyat: 56)

Tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Alloh Swt. bukan menyembah.. karena dua hal ini tidak bisa disamakan antara beribadah dan menyembah. Tetapi anda akan mendapatkan kata sembah di terjemahan Al Qur'an dalam bahasa indonesia.. sehingga hal itu akan membuat kesalahan dalam pengalamanya. Kita mengenal.. Tauhid..sebagai tujuan ibadah kita... dan tidak bisa dipisahkan antara tauhid rububiyah dan tauhid 'uluhiyah.

Tauhid Rububiyah adalah pengakuan keesaan Alloh atas keberadaan alam semesta ini, pengakuan dengan iman yang kuat atas keesaan Alloh atas penciptaan langit dan bumi. Sedangkan Tauhid 'Uluhiyah adalah pengakuan secara tulus ikhlas beribadah kepada Alloh dan pengkuan bahwa Alloh adalah satu-satunya yang berhak diibadati... serta secara terang-terangan menolak peribadatan kepada selain Alloh.

Nah.. jika kalian itu tetap mengakui bahwa Alloh Swt. itu menciptakan bumi dan langit ini...tetapi engkau beribadah kepada selain Alloh Swt. (mencari keridhoan selain keridhoan Alloh Swt.) berarti engkau masih berbuat syirik.. Jika kalian secara benar dalam tauhid rububiyah dan tauhid 'uluhiyah.. engkau akan menjadi muslim sejati.. bukan hanya pengakuan. Sedangkan jika seseorang berbuat syirik (mempersekutukan).. sungguh tidak akan diterima 'amalnya.

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Alloh Swt.), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Qs. Az Zumar: 65)


Salah satu contoh yang akan dibahas dalam foto ini adalah Patung Kembar (Berhala) di pinggir jalan daerah desa Beji dan Kedungsuko. Patung kembar yang merupakan berhala terdapat di Tulungagung. Berhala yang berbahaya ini masih saja berdiri di jalan Perempatan Tamanan ke arah Beji dan sebelah barat Jembatan Kedungsuko. Di kedua sisi jalan masih saja terdapat berhala kembar sebagai penanda masuk kota Tulungagung. Kalau anda bisa menemukan yang lain.. selain di daerah situ, maka saya katakan kepada ada.. yang saya sebutkan disini dan yang saya foto di sini adalah Patung Kembar yang masih berada di desa Beji dan di desa Kedungsuko.

Aneh memang... bagaimana berhala seperti ini dipertahankan?? lihat papan catatan yang ada di dekatnya.. yang menunjukkan ancaman bagi siapa yang merusaknya... Bukankah engkau telah mendengar Kisah Nabi Ibrahim yang menghancurkan Patung-Patung yang merupakan berhala???. Bukankah engkau telah mendengar Kisah Bapak Nabi Ibrahim yang marah ketika berhala tersebut dimusnahkan??? Bukankah engkau telah mendengar cerita bagaimana masyarakat membenci Ibrahim di kala itu saat dia mendakwahkan tauhid....??? Bukankah engkau sudah pernah mendengar Cerita Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup??? Bukankah hal ini sama halnya bagi orang yang meregulasikan untuk menjaga patung tersebut dan mengancam orang yang merusaknya dengan orang yang mengancam perusakan berhala pada zaman Nabi Ibrahim?? Bukankah ini bisa disamakan dengan orang yang menjaga keberadaan berhala pada Nabi Nuh atau Nabi Ibrahim??

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.   (Qs. Yusuf: 111)


“Sesungguhnya menjelang kiamat itu ada banyak fitnah yang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita, di mana seorang pria di dalamnya pagi-pagi menjadi mu’min dan di sore hari dia menjadi kafir, dan di sore hari dia mu’min dan pagi hari dia menjadi kafir.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

Atau engkau sekarang masih beralasan engkau tidak beribadah kepadanya (patung) dan hanya menjaganya sebagai cagar budaya. Kehadiran hatimu untuk ingin tetap menjaga patung tersebut merupakan bentuk pengokohan yang kalian lakukan terhadap eksistensi patung. Engkau akan terjebak dengan pengkultusan barang yang tidak akan pernah memberi manfaat dan madhorot kepadamu.. Engkau juga bisa terjebak dengan kesyirikan karena engkau bisa saja tidak sadar ternyata engkau dalam taraf mengibadati Patung... Ingat.. beda antara menyembah dan mengibadati.. kalau mengibadati berarti engkau dalam hal ini mencari keridhoan Patung. Nah... walaupun engkau tidak dalam kondisi menyembah.. tetapi ketika engkau mencari keridhoan Patung engkau terjebak kepada kesyirikan.. Mengibadati sesuatu selain Alloh Swt. Begitu juga.. di dalam kehidupan dunia ini hanya satu yang bisa dicari keridhoanya yaitu Keridhoan Alloh Swt. Nah.. jika engkau mengokohkan keberadaan patung tersebut untuk mencari keridhoan manusia yang membuat aturan sembarangan dalam UU no.11 tahun 2010. seperti foto di atas.. berarti dalam hal ini engkau terjebak dalam kesyirikan. Karena Hak membuat hukum mutlak pada Alloh Swt. bukan pada manusia.

Oleh karena itu,, kita sendiri sudah sering mengetahui bahwa seseorang yang ahli ilmu (ilmu syar'i/ ilmu dinul islam) lebih baik daripada ahli 'ibadah. Seseorang yang ahli ilmu.. maka dia akan menggunakan ilmunya untuk membedakan:
  • mana yang benar dan mana yang salah.. 
  • mana yang menuju ke pengagungan berhala dan mana yang menuju ke pengagungan Alloh Swt. 
Sedangkan seseorang yang ahli ibadah, dapat tersesat dengan ibadahnya jika mereka tidak tahu ilmu yang mendasarinya. Jika engkau beribadah dengan ibadah yang sering engkau lakukan seperti sholat, zakat, puasa, haji..tetapi selain beribadah kepada Alloh engkau beribadah kepada Patung dan engkau mengokohkan keberadaan Patung tersebut dengan mendukung keberadaanya.

Mungkin di benak kalian akan terdapat beberapa pertanyaan.. itu kan hanya sekedar patung.. dan kita juga tidak melakukan penyembahan kepadanya??? Kita Percaya bahwa Alloh yang menciptakan dunia ini... Kalau engkau berfikiran seperti itu.. maka bagini jawabanya... Bukankah tujuan hidup kita itu beribadah kepada Alloh (mencari ridho Alloh Swt)??
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaku. (Qs. Adz Dzariyat: 56)
Keberadaan Patung tersebut itu merupakan Larangan dalam Islam.

Dari Abdullah bin Mas'ud diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah masuk kota Mekkah. Kala itu disekitar Ka'bah terdapat tiga ratus enam puluh patung. Beliau langsung menusuk patung-patung itu dengan kayu seraya bersabda: "Telah datang kebenaran, dan hancurlah kebatilan.." HR. Al-Bukhari (2346) dan Muslim (1781).
Dari Abul Hayyaz Al-Asadi diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'anhu pernah berkata: Aku akan mengutusmu sebagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutusku. Tugasmu adalah: setiap kali engkau mendapatkan patung, hendaknya engkau menghancurkannya. Dan setiap engkau mendapatkan kuburan yang ditinggikan, hendaknya engkau meratakannya dengan tanah." Dalam riwayat lain: "Dan setiap engkau mendapatkan lukisan benda hidup, hendaknya engkaupun menghancurkannya." (HR. Al-Muslim (969).

Ibnul Qayyim menandaskan: "Tamatsil dalam bahasa Arab adalah jamak dari kata timsal, yakni gambar tiga dimensi (patung dan sejenisnya)." Lihat Al-Fawa-id hal. 196.


Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam sungguh telah memerintahkan Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu dengan sabdanya: “Jangan engkau biarkan patung-patung itu sebelum engkau hancurkan dan jangan pula kau biarkan kuburan yang menggunduk tinggi sebelum kau ratakan.” (HR. Muslim).

Rosululloh Saw. bersabda: 
"Sesungguhnya diantara orang-orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah orang-orang yang membuat patung-patung ini. Dalam riwayat lain "orang-orang yang menandingi ciptaan-ciptaan Alloh."
            

“Manusia yang paling pedih siksanya di hari Kiamat ialah yang meniru Allah menciptakan makhluk (pelukis, penggambar adalah peniru Allah dalam menciptakan makhlukNya).” (HR. Al-Bukhari-Muslim

Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam mengenai gambar:

“Perintahkanlah orang untuk memotong kepala gambar itu, dan perintahkanlah orang untuk memotong kain penutup (yang ada gambarnya) supaya dijadikan dua bantal yang dapat diduduki.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Dalih untuk keindahan kota pun menjadi alasan pemerintah untuk tidak melenyapkan berhala ini. Apalagi lokasi berhala yang sering kali dilalui oleh pelajar-pelajar di Tulungagung. Tentu ini merupakan ironisme di dikala seorang pelajar yang berusaha untuk mendapatkan ilmu untuk dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi malah disuguhi dengan pemandangan berhala yang ada di kotanya contoh kesalahan yang disuguhkan di Tulungagung. Minimal, hati ini tidak ridho untuk melihat berhala itu terletak di pinggir jalan. Minimal hati ini menolak dan berlepas diri terhadap hal itu... terhadap keinginan untuk melihatnya terus patung itu ketika seseorang melintasinya.
Dengan alasan hal itu merupakan Patung Retjo Pentung yang merupakan maskot rokok di Tulungagung. Hal ini tidak bisa dijadikan alasan, jika engkau mengetahuinya. Seorang muslim tidak bisa mentolerir lagi keberadaan berhala yang dapat mengganggu akidah dari warga Tulungagung. Tidak peduli dengan alasan kesenian, atau maskot tulungagung, atau sejarah yang terdapat pada patung tersebut... Jika sudah menyalahi kaidah dinul islam yang banyak dipeluk oleh warga Tulungagung maka perlu sekali untuk dihilangkan dari Jalan Tersebut.



Ini merupakan zaman yang penuh fitnah Sesungguhnya menjelang kiamat itu ada banyak fitnah yang bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita, di mana seorang pria di dalamnya pagi-pagi menjadi mu’min dan di sore hari dia menjadi kafir, dan di sore hari dia mu’min dan pagi hari dia menjadi kafir.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi). Sehingga kadang seseorang itu tidak tersadar bahwa dirinya bisa menjadi kafir setelah mereka beriman. Semoga Alloh Melindungi diri kita dari segala bentuk kesyirikan.... Semoga hati ini tidak condong kepada kesesatan.
Dokumentasi Pribadi (ibnuhaya) : Juli 2012 di Desa Beji

Dokumentasi Pribadi (ibnuhaya) : Agustus 2012 di desa Beji

Dokumentasi ibnuhaya: Agustus 2012 di Desa Kedungsuko

3 komentar:

  1. sebuah catatan , bahwa indonesia bukan negara agama tetapi negara hukum meski sebutan negara hukum bertolak belakang dengan kondisi sekarang,..ISLAM/muslim adalah mayoritas jadi kebijakan negara/pemerintah lebih keberpihakan ke mayoritas walau sejatinya ada hal2 yg kurang dapat diterima sprti contoh diatas...beda seperti di aceh yg memberlakukan syariat islam sehingga dengan mudah dapat mengatur kebijakan tersendiri..masalahnya ini umum /bahkan sebagaian uu saja tingalan KOMpeni gimana ---gimana lagi*

    BalasHapus
  2. wah,jangan2 batu hajar aswat ntar juga kamu kira berhala.sejak kapan sih kamu masuk islam?

    BalasHapus
  3. tak doakan ya dek, moga terbuka akalmu, nuranimu, kecintaanmu thd kayanya budaya bangsamu, kebanggaan kepada leluhur2mu dan keelokan tanah tumpah darahmu yg subur..

    Akalmu yg semula tertutup, yg lebih mencintai kegersangan otoriteris ala padang pasir daripada kesuburan toleransi dalam keberagaman negeri sendiri, semoga terbuka..

    Nuranimu yg semula terpasung, yg lebih cinta & fanatis buta thd ajaran sadis negeri onta dibanding ajaran luhur untuk rukun bersatu dalam Pancasila, semoga terbuka..

    Matamu yg semula buta, yg lebih mencintai kebudayaan nenek-moyang org lain yg hanya mampu membuat tempat ibadah berupa satu kubus jelek dibanding kebudayaan nenek-moyangmu sendiri yg ahli membangun banyak tempat ibadah berukir pahat nan megah indah, semoga terbuka..

    Kedegilan yg menutup otakmu, yg lebih mengagungkan leluhur bangsa lain daripada mengagungkan leluhur negerimu sendiri yg telah mewariskan berjuta kebijaksanaan, semoga terbuka..

    Pandanganmu yg blero, yg lebih cinta negeri tandus gersang panas susah hujan, dibanding negeri sendiri yg tongkat ditanam jd tanaman, semoga terbuka...

    Dan terakhir...yg paling akhir...semoga kamu selamat ya dek, enggak jadi teroris karena bodoh, degil, buta akal dan nurani dan lebih mencintai kekerasan ala arab daripada toleransi dari negerimu sendiri.

    Kamu, dan semua anak seusiamu yg membaca doa pengharapanku ini..

    Aminkan ya dek...semoga Auwloh SWT mengabulkan _/\_

    BalasHapus