Kamis, 08 November 2012

Info Tulungagung: Serba-Serbi Tulungagung Pasar Kliwon dan Adab Memasuki Pasar

Pasar merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Sungguh mengherankan ketika ibnuhaya berkesempatan berkunjung ke Pasar Kliwon Tulungagung. Pasar ini terkenal ramai dengan barang-barang second (barang bekas) dan aneka barang-barang baru yang bagus dan murah. Kita dapat melihat beraneka ragam dari barang-barang yang dijual. Ketika kita mengunjungi pasar ini pada waktu Kliwon, maka anda akan melihat hal yang ramai di pasar ini.

Ada beberapa hal yang membuat hati ini trenyuh, yaitu ketika penjual itu berusaha segenap daya dan upaya untuk memikat para pembeli.. bahkan ketika mereka menjual barang-barang yang mengandung kesyirikan. Ada penjual yang dia mengobral omongan kosong dan itu terbukti bahwa saat kru ibnuhaya datang kesana, tiba-tiba dijadikan oleh penjual sebagai contoh orang yang pernah membeli barangnya.. Padahal belum pernah sekalipun membeli  barangnya.

Ini adalah contoh.. begitu maraknya kepicikan yang dilakukan di pasar. Termasuk pada kesempatan itu ibnuhaya kehilangan tutup kamera sony nya di Pasar Kliwon ini, entah apa dicopet ataukah jatuh tetapi nyatanya pada saat itu kru ibnuhaya sedang duduk-duduk di pasar.. sedangkan saat berdiri tutup kamera sudah raip dari saku. Sebenarnya pasar memiliki urgensi penting dalam kehidupan sehari-hari.. sebagai sarana seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Ternyata di balik hiruk pikuknya keramaian pasar.. menyimpan sesuatu yang menjadikan seseorang menjadi pendusta.

Berikut ini adalah contoh dari gambar yang diambil oleh ibnahaya sebelum tutup kameranya hilang pada Ramadhan 1433H.

Lapangan Pasar Kliwon Tulungagung

Jual Aneka Pedang dan Peralalatan Militer

Jual Aneka Pedang.. dipilih-dipilih..


Uang Lawas


Barang Kesyirikan


Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Alloh Swt.), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Qs. Az Zumar: 65)

Salah satu yang ditakutkan adalah ketika seseorang bergelut dengan kesyirikan. Hati-hatilah.. karena hal itu dapat menghancurkan amal-amalmu dan sekali-kali tidak akan diterima amal orang yang berbuat syirik seperti yang terkabar dalam Al Qur'an Surat Az Zumar: 65. Gambar di atas adalah salah satu barang yang mengandung kesyirikan. Ingat.. Alloh tidak akan ridho kepada kalian selama kalian masih belum berlepas diri dengan kesyirikan. Ingatlah.. kata yang kalian ucapkan dalam syahadat. Kalian berucap bahwa Hanya beriman kepada Alloh Swt. dan Menjauhi Thoghut.

Adab Memasuki Pasar
Islam sungguh indah.. sungguh mempesona.. tidak ada yang kurang dan berlebihan sesuatu yang diajarkan dalam islam. Semuanya secara sempurnya sudah terangkum dalam Al Qur'an dan Al Hadits. Maka jika kita berpegang teguh pada keduanya.. seseorang tidak akan pernah tersesat selama-lamanya. Berikut ini saya akan menampilkan beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari pasar yang tidak lepas pula menjadi bahan kajian dari dinul Islam. Sumber berita berikut ini adalah pada situs voa-islam.

Karena urgensinya peran pasar bagi kehidupan manusia, Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam juga beraktifitas di pasar untuk memenuhi kebutuhan hariannya dan bekerja. Dan karena aktifitas manusiawi inilah, kaum kuffar menjadikannya sebagai alasan untuk menentang dan mendustakan risalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

وَقَالُوا مَالِ هَذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا

Dan mereka berkata: "Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?” (QS. Al-Furqan: 7)

Terkhusus bagi kaum ibu –tidak sedikit juga bapak-bapak- pergi ke pasar bagian dari aktifitas harian. Di sana, dia bisa mendapatkan segala sesuatu untuk kebutuhan harian di rumah tangganya. Sehingga pasar sering penuh sesak dengan kaum ibu-ibu.  Namun, apakah dalam beraktifitas di pasar sudah mengikuti petunjuk Islam, salah satunya berdoa?

Berikut ini kami sebutkan salah satu doa masuk pasar yang ma’tsur dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Doa Masuk Pasar

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir

Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sumber Doa
Dari Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhu, Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta kejelekan serta mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat”.
(HR. At-Tirmidzi no. 3350, Ibnu Majah no. 2226, Al-Hakim no. 1930. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih wa Dhaif Sunan Ibnu Majah no. 2235, dan Shahih wa Dhaif Sunan At-Tirmidzi no. 3428, Shahih al-Jami no. 6231, Misykah al-Mashabih no. 2431, Shahih al-Targhib wa Tarhib no. 1694). Dalam riwayat Ahmad terdapat tambahan, “Dan Allah membangunkan baginya rumah di surga.

Manfaat Doa           

Sesungguhnya pasar merupakan medan perangnya setan dan tempat ditancapkan bendera kebesarannya. Dari Salman, ia berkata:

لَا تَكُونَنَّ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ

 “Jika engkau bisa, janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar darinya. Karena pasar merupakan medan pertempuran syetan dan di sanalah ia menancapkan benderanya.” (HR. Muslim)

Diserupakannya pasar dan aktifitas setan yang menggoda penghuninya dengan perang, karena banyaknya kebatilan yang terjadi di sana, misalnya: berbuat curang, penipuan, dusta, sumpah palsu, akad batil, menjual sesuatu yang sudah dipesan orang lain, membeli barang yang sudah ditawar orang lain, mengurangi takaran dan timbangan, ikhtilath, dan kebatilan lainnya.

Sedangkan maksud ditancapkan bendera setan di pasar adalah menunjukkan bahwa setan benar-benar bercokol di sana. Di sana, tentara-tentara setan berkumpul untuk menebarkan perselisihan di antara manusia dan menjerumuskan mereka kepada perbuatan-perbuatan buruk di atas dan semisalnya. Maka dari sini, pasar adalah tempatnya setan dan tempat bala tentaranya. Sehingga kebanyakan para penghuni pasar dikuasai kelalaian. Oleh sebab itu, pasar menjadi tempat yang paling dibenci oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

Bagian negeri yang paling disenangi Allah adalah masjid-masjidnya dan bagian negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Bagian negeri yang paling disenangi Allah adalah masjid-masjidnya”, karena masjid adalah rumah ketaatan dan asas pondasinya adalah ketakwaan. Sedangkan maksud “dan bagian negeri yang paling dibenci Alloh adalah pasar-pasarnya”, karena pasar adalah tempat kecurangan, penipuan, riba, sumpah dusta, mengingkari janji, tidak berzikir dan perbuatan lain yang semakna dengannya. . .” (Lihat Syarah Muslim li al-Nawawi no. 1076)

Setan berusaha melalaikan para penghuni pasar dari ingat kepada Alloh, bahwa Alloh Maha Pemberi, Maha Penahan, Maha Menarik dan Maha Menebar serta Maha Memberi rizki. Sehingga orang ahli pasar merasa bahwa pasar adalah sumber rizki. Padahal dia hanya sebagai sarana yang telah Alloh jadikan untuk peredaran barang.

Oleh karena itu, disyariatkannya doa ini untuk menghindarkan seseorang dari kalalaian-kelalaian tadi. Ketika dia membaca Laa Ilaaha Illalloh, maka dia tersadar bahwa dirinya adalah hamba Allah yang harus selalu beribadah kepada-Nya. Sehingga dia akan tetap membedakan yang hak dan batil, halal dan haram, baik dan buruk.

Ketika membaca Wahdahu Laa Syariika Lahu (Dia-lah yang esa, tidak ada sekutu baginya), maka dia tidak takut kepada yang lain dan tidak khawatir jatah rizkinya hilang sehingga dia tidak harus berbuat curang dan menipu untuk mendapatkannya. Dia bertawakkal kepada Alloh, karena Alloh adalah Dzat yang mengatur alam semesta, menentukan jatah rizki bagi setiap hamba-Nya. Dan siapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupkannya. Dan siapa yang bertakwa kepada Alloh, akan diberi rizki dari jalan yang tidak pernah disangka-sangka olehnya.

Saat membaca Lahul Mulku Walahul Hamdu, maka dia sadar bahwa Alloh-lah yang melancarkan peredaran kepemilikan sehingga dia bersyukur kepada Allah atas segala yang didapatkan dan rela terhadap rizki yang belum sampai kepadanya.

Kemudian saat membaca Yuhyii wayumiitu (Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan), maka dia tahu bahwa batas usaha manusia dan semua bentuk usahanya hanya kemampuan dan kepemilikan sementara. Dalam usaha, orang tadi yakin Allah yang menghidupkan sehingga banyak usaha berjalan di muka bumi, dan Allah  yang mematikan sehingga mampu membuat semua kegiatan berhenti.

Kemudian membaca, wahuwa Hayyun Laa Yamuutu (Dia-lah yang Mahahidup, tidak akan mati), berarti Alloh meniadakan bagi dirinya apa yang dinisbatkan kepada semua makhluknya, yaitu kematian.
Kemudian membaca Biyadihil Khairu (Di tangan-Nya kebaikan), berarti semua kebaikan yang dicari manusia di dalam pasar berada di tangan Alloh. Lalu membaca wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in qadiir (Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu), bahwa Alloh-lah yang memiliki keinginan yang sempurna dan mampu mewujudkannya. Jika Dia berkehendak memberi rizki kepada seseorang maka tidak ada yang bisa menghalangi. Sebaliknya, siapa yang Alloh tahan rizkinya maka tidak ada seseorang yang bisa memberi. Sehingga hamba tadi hanya bertawakkal kepada Alloh semata dan tidak akan menerjang apa yang Alloh larang untuk mendapatkan keuntungan.

Imam al-Thibiy berkata, “Siapa yang berdzikir kepada Alloh di dalamnya, maka dia digolongkan ke dalam rombongan yang telah Alloh Ta’ala sebutkan:

 رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Alloh.” (QS. Al-Nuur: 37).”

Kesimpulan:
1. Dianjurkan untuk membaca doa di atas saat memasuki pasar atau berada di dalamnya.
2. Membaca zikir saat masuk pasar menghasilkan pahala yang sangat banyak dan besar, selayaknya kita tidak meninggalkannya.
3. Membaca doa di atas akan menumbuhkan rasa tawakkal kepada Alloh dan tidak bergantung kepada sebab duniawi.
4. Disunnahkan berzikir kepada Alloh di pasar, karena pasar tempat yang melalaikan dari zikrullah dan sibuk dengan dengan perdagangan. Sedangkan berzikir di tengah-tengah orang lalai laksana pohon hijau yang tumbuh di antara pohon-pohon yang kering. (Disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam Fatawanya)
5. Dianjurkan untuk memperbanyak zikir, istighfar dan taubat di pasar supaya lisan ini senantiasa basah dengan zikrullah, karena keberadaan kita di pasar merupakan bagian dari umur yang kelak akan ditanya pada hari kiamat.
6. Pasar merupakan tempatnya setan menggoda manusia dan melalaikan mereka dari zikrulloh. Maka orang yang tetap berzikir di pasar, dia memerangi setan dan memukul mundur para pasukannya.
7. Tidak dianjurkan berlama-lama di pasar. Jika sudah selesai urusan, dianjurkan bersegera keluar darinya karena ia adalah tempat yang paling dibenci oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas. Wallahu Ta’ala a’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar