Senin, 26 November 2012

Wahana pedesaan ala Kandang HMP

Dilihat dari letak geografis yang agak menjorok ke persawahan dan juga kelengkapan flora dan fauna yang juga sering kita temukan di desa kita, menjadikan kandang HMP sebagai lokasi strategis untuk pencarian hawa pedesaan lingkup pesantren, sehinga banyak santri yang berdatangan silih berganti, walaupun toh hanya sekedar melepas penat/kejenuhan dari kepadatan aktifitas pesantren, disamping suguhan pemandangan yang terkesan arogan, terkadang para santri juga ingin menengok satwa-satwa langka hasil impor dari luar daerah yaitu si kera frengqi(sudah mati, red), kelinci liar dan kuda pacu, pengunjung juga di perbolehkan berpose(mengambil gambar) bersama satwa-satwa tersebut.
faktor yang sangat mempengaruhi terhadap kenyamanan para pengunjung adalah tingkat keramahan penghuninya, dan pengunjung pun bisa bertanya-tanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan alokasi dan permasalahan-permasalahan perkandangan sesuai faknya.
Mungkin inilah alasan, kenapa kandang hmp selalu di idam-idamkan banyak santri,, saya(naum, red) sering mendengar kang-kang santri bergumam "ena'e rek, hwone kyak neng omah" dari sinilah, dapat di ambil kesimpulan bahwa, kebanyakan kang santri berkunjung ke kandang ingin mengenang kehidupan di desanya, Meski demikian ada nilai-nilai umum yang bisa dan biasa digunakan untuk menilai kualitas sebuah lingkungan pedesaan,, di antaranya yaitu : lokasi yang jauh dari keramaian, kehidupan yang serba tradisionalis, kemakmuran penghuninya he,,he,,
untuk bahan pengenalan, akan kami berikan gambaran ringkas tentang kandang HMP :
tata letak
kandang HMP terletak di area paling belakang Yayasan al-mahrusiyah. Luas keseluruhan -+ mencapai 1/2 hektar
Dengan fasilitas;
kandang kuda,kandang ayam,kandang merpati, kandang kambing gibas-domba,kandang kambing etwa, kandang sapi,kebun buah naga, dan 4lokal kamar perawat ber-keramik putih dan juga 1 kamar mandi ukuran 2 meter persegi,yang mampu menampung hingga 15 orang.
visi dan misi
mencetak santri berkeyakinan ahlusunnah dan berketrampilan ahlul sawah, yang jelas turut mencerdaskan anak bangsa-lah,,
alokasi dan pembagian tugas
kandang kuda,berkapasitas 4 lokal/kandang, dengan perawat 3orang,selain merawat kuda, 3orang tersebut juga berketrampilan di bidang peternakan unggas, selain itu,sektor kandang kuda juga melingkupi semua instansi yang ada, dari ranah sosio-historis bisa dikatakan, kndang kuda sebagai lembaga tertua di kandang hmp,
kandang sapi,kapasitas maximal diperkirakan 35ekor sapi, namun pada sa'at ini masih 20an ekor,dengan perawat 5orang, pembagiannya 2orang bagian pagi dan 3orang bagian sore.
Kendala utama pada sektor persapian adalah masalah sdm dan sda,perincianya sdm; kurangnya ilmu/ketrampilan dalam berternak(g' ada yang membimbing,red), sda; minimnya lahan pakan ternak yang menyebabkan kesulitan pada perawatnya.
kandang kambing gibas
berkapasitas hingga 50ekor,namun sekarang masih sekitas 20an ekor, dengan perawat 2orang, 1orang di bagian pagi dan 1orang bagian sore, dulu sebenarnya jumlah kambingnya sekitar 30an ekor,berhubung pada bulan-bulan yang lalu kondisi alam/cuaca sangat buruk,yang menjadikan kambing sering mati tanpa sebab,akhirnya sampailah pada titik penghabisan(tinggal 14), namun si perawat berani bangun untuk bertahan, hingga sekarang mencapai kisaran 20ekor,,
kandang kambing etawa
berkapasitas 12ekor,dengan perawat 2orang,tidak ada pembagian khusus dalam perawatan, disamping berternak, dia juga menekuni dibidang perkebunan. Cuplikan singkat kambing etwa hmp,pada awal mula kedatangan kambing ini berjumlah sekitar 23an ekor, namun dikarenakan faktor sulitnya perawatan dan kelangkaan pangan, sehingga menjadikan kuwantifitas(jumlah) smakin berkurang, yang akhirnya,sampailah pada titik penghabisan,yakni berjumlah 5ekor
Moto kami :
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba,karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar